Kasus Ikan Asin Meninggalkan Kerinduan Rey Pada Anaknya

Kasus Ikan Asin Meninggalkan Kerinduan Rey Pada Anaknya

Hingga hari ini kasus ikan asin yang terjadi antara Galih Ginanjar, Rey Utami, Pablo Benua kepada Fairuz A. Rafiq memang masih bergulir. Sudah beberapa bulan Galih, Rey, dan Pablo berada di dalam penjara tentunya memberikan tekanan tersendiri. Kasus yang berawal dari sebuah video di Youtube ini memang kemudian berbuntut panjang.

Berawal dari unggahan video dari channel Rey Utami dan Pablo Benua yang sedang ngobrol dengan Galih Ginanjar dalam konten videonya. Perbincangan yang kemudian membahas tentang Fairuz sebagai mantan istri dari Galih Ginanjar ini, kemudian menyinggung hal yang tidak pantas bagi Fairuz.

kasus ikan asin
kasus ikan asin

Tentu saja Fairuz tidak terima dengan pernyataan tersebut dan kemudian melaporkan ketiganya ke pihak polisi. Tak lama kemudian Galih, Rey, dan Pablo ditangkap polisi dan ditahan hingga saat ini. Hal ini membuat Rey utami merasa sedih, karena harus mendekam di penjara.

Rey Menangis Rindu Anak

 Rey Utami terus menangis mengingat anaknya yang masih belum 2 tahun, yaitu Aaron Tudor yang tidak bisa bertemu dengan kedua orang tuanya. Memang tidak ada orang tua yang ingin berpisah dengan anaknya, tidak akan ada yang sanggup menahan hal ini. Namun Rey memang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di penjara sampai kasus ini selesai.

Bahkan dalam persidangan, Rey Utami sampai menangis memohon belas kasihan dari Fairuz untuk bisa meringankan bebannya dan dia ingin bertemu dengan sang anak. Hal ini memang mengundang simpatik, tetapi tidak sedikit orang yang justru menghujat Rey Utami dalam perkembangan kasus ikan asin ini.

Rey Menangis
Rey Menangis

Dalam berbagai sesi wawancara dengan pihak wartawan, Rey Utami terus menyampaikan bahwa seharusnya Fairuz juga memahami perasaannya sebagai sesama wanita dan seorang ibu. Bagaimana rasanya jika tidak bisa bertemu dengan anak dalam waktu yang cukup lama, tentunya bukan sesuatu yang nyaman.

Tetapi memang dalam hal ini, Rey Utami tidak bisa berbuat apa-apa. Fairuz sudah menyerahkan semuanya kepada pihak polisi dan biarkan mereka menyelesaikan masalah ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Tentunya hal ini adalah buntut panjang dari ketiga pelaku kasus ikan asin itu sendiri.

Bukan Hanya Rey yang Tersakiti

 Sebelum Rey Utami merasakan kesedihan mendalam, karena tidak bisa bertemu dengan anaknya, Fairuz lebih dulu terserang secara psikologis. Bahkan Fairuz sampai harus mendapatkan bantuan dari seorang psikolog. Memang dalam kasus ini semua pihak merasakan kerugian dan harus mempertanggung jawabkan semuanya.

Bukan Hanya Rey yang Tersakiti
Bukan Hanya Rey yang Tersakiti

Dengan adanya pemberitaan bahwa Rey Utami menangis ingin bertemu dengan anaknya, justru netizen kembali mengungkit saat dia tertawa dengan angkuhnya mengenai Fairuz. Hal itu memang begitu menyakitkan jika diingat apalagi bagi Fairuz. Perkataan yang begitu saja terlontar saat itu tentunya tidak disangka kasus ikan asin ini akan berbuntut panjang.

Tentunya kasus seperti ini harus bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang, terutama publik figur. Mereka harus bisa menjaga perkataannya dengan baik agar tidak sampai menyakiti hati orang lain. Bahkan sampai menimbulkan masalah hukum seperti ini, tentu bukan sesuatu yang mudah dan menyenangkan mengalami hal ini.

Meskipun begitu, pasangan Rey Utami dan Pablo Benua terlihat semakin kompak untuk menguatkan satu sama lain. Sehingga setidaknya mereka bisa saling mendukung dalam menghadapi persidangan demi persidangan kasus ikan asin yang mereka alami saat ini, dengan begitu beban Rey juga akan terasa lebih ringan.