Polemik Meninggalnya ABK WNI, Menlu Ungkap Kronologinya

Polemik Meninggalnya ABK WNI, Menlu Ungkap Kronologinya

Polemik Meninggalnya ABK WNI, Menlu Ungkap Kronologinya. Beberapa waktu lalu masyarakat digegerkan dengan berita meninggalnya ABK WNI di kapal China yang disebut mendapat perlakuan tak manusiawi. Hal tersebut terlihat dari sebuah video yang ditayangkan oleh televisi milik Korea Selatan. Di dalam video tersebut terlihat beberapa ABK WNI tersebut dibuang atau dilarung ke laut.

Diketahui pelarungan tersebut dilakukan di Samudera Pasifik, tepatnya pada 31 Maret 2020 silam. Total ada tiga ABK WNI yang dibuang ke laut. Padahal berdasarkan regulasi hukum yang ada seharusnya para ABK yang meninggal dikirim pulang ke negara asalnya bukan malah dibuang ke laut.

Ditambah lagi dengan adanya isu perlakuan tidak manusiawi hingga para ABK WNI harus meminum air laut tanpa disaring. Belum lagi mereka dipekerjakan dengan waktu yang melebihi standar durasi. Tak pelak sejak kemunculan video tersebut sontak para warganet mempertanyakan perihal meninggalnya ABK WNI tersebut.

Hingga menlu Retno Marsudi pun angkat bicara. Retno Marsudi pun bahkan meminta bantuan kepada Korea Selatan hingga Beijing China untuk menyelesaikan permasalahan ini. Retno juga menegaskan bahwa sudah ada pembicaraan antara pemerintah RI dengan Dubes RRT terkait kebenaran pelarungan ketiga ABK WNI tersebut.

Dan juga menanyakan kebenaran mengenai perlakuan tidak manusiawi sebelumnya. Hal ini dirasa sangat penting mengingat hebohnya kabar tersebut di Tanah Air sendiri. Masyarakat pun berharap jika pemerintah mampu mengatasi dan menyelesaikan permasalahan ini.

Polemik Meninggalnya ABK WNI
Polemik Meninggalnya ABK WNI

Kemenlu Terus Berupaya Mengonfirmasi Kebenaran Pelarungan ABK WNI

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, seiring dengan viralnya berita pelarungan para ABK WNI di kapal China maka Kemenlu langsung bergerak cepat melakukan konfirmasi ke pihak terkait. Hasilnya ia pun sudah mengantongi beberapa penjelasan terkait kronologi meninggalnya ketiga ABK WNI di kapal China tersebut.

Retno pun mengungkapkan bahwa meninggalnya ABK WNI berjumlah tiga orang tersebut terjadi antara bulan Desember hingga Maret 2020. Pelarungan ketiga jenazah tersebut sudah mendapat izin resmi dari kapten kapal. Bahkan proses pelarungan tersebut sudah sesuai dengan standar ILO (Organisasi buruh internasional).

Terkait dengan perlakukan tidak manusiawi pada ABK WNI, Retno menegaskan bahwa sudah meminta bantuan melalui Dubes RRT agar melakukan penyelidikan pada kapal nelayan China yang terlibat. Ditambah lagi pemerintah Indonesia meminta agar pihak terkait bertanggungjawab hingga memberikan gaji awak kapal. Serta adanya peningkatan kondisi kerja agar tidak terulang kasus yang sama.

Polemik Meninggalnya ABK WNI
Polemik Meninggalnya ABK WNI

Terkonfirmasi Pelarungan ABK WNI Sudah Mendapat Persetujuan dari Keluarga

Selain sudah sesuai dengan standar ILO, Menlu Retno Marsudi pun juga telah mengonfirmasi jika pelarungan atas meninggalnya ABK WNI di kapal China telah mendapat persetujuan dari keluarga. Konfirmasi tersebut diungkapkan setelah Menlu mendapat surat informasi resmi terkait meninggalnya korban AR di atas kapal Tyan Yu Nomor 8.

Melalui surat tersebut terkonfirmasi jika AR sebelumnya bekerja di kapal Long Xing 629 dan kemudian dipindahkan di Tyan Yu 8. Pada tanggal 26 Maret AR sakit dan kemudian mendapat pengobatan. Karena sakitnya semakin parah dan kritis akhirnya ia meninggal pada tanggal 27 Maret.

Sebelum dilarung di laut, pihak kapal mengaku telah mengonfirmasi keluarga AR pada tanggal 30 Maret 2020. Pihak keluargapun memberikan persetujuan hingga akhirnya proses pelarungan dilakukan pada tanggal 31 Maret 2020 tepatnya pada pukul 8 pagi waktu setempat. Sehingga semua proses sudah merunut pada standar yang berlaku.

Retno pun menambahkan nantinya setelah pelarungan keluarga korban akan mendapat sebuah kompensasi langsung dari kapal Tyan Yu 8. Sementara itu terkait dengan kasus perlakuan tidak manusiawi pihak Kemenlu masih terus berupaya mencari kebenaran. Jika memang benar terjadi pihak Kemenlu akan meminta keadilan terkait meninggalnya ABK WNI tersebut.

Polemik Meninggalnya ABK WNI
Polemik Meninggalnya ABK WNI