Polisi Ungkap Modus Penyimpanan Distribusi Alkes Selama Pandemi

Polisi Ungkap Modus Penyimpanan Distribusi Alkes Selama Pandemi

Polisi Ungkap Modus Penyimpanan Distribusi Alkes Selama Pandemi. Modus penyimpanan distribusi alkes akhirnya bisa diungkap oleh kepolisian. Di tengah munculnya wabah penyakit yang sudah ditetapkan sebagai bencana nasional non alam, banyak orang yang meu mencari keuntungan. Bahkan beberapa orang melakukan berbagai tindakan kriminal guna mendulang untung sebesar-besarnya.

Saat ini barang yang paling banyak dicari adalah alat kesehatan (alkes), baik dari masker, handsanitizer, APD, atau barang-barang lain. Kondisi ini membuat sebagian orang memiliki niat untuk memanfaatkan situasi ini dengan memainkan harganya. Bahkan tidak jarang ada beberapa pihak yang melakukan penimbunan.

Situasi ini direspon oleh Polri dengan edaran Surat Telegram No. 1.100/IV/2020 Tentang Pedoman Penanganan Perkara dan Pelaksanaan Tugas selama masa pandemi. Surat ini sudah di salurkan ke seluruh jajaran kepolisian di Indonesia guna mengawasi suplai produk dan distribusi produk-produk alat kesehatan.

Polisi Ungkap Modus Penyimpanan
Polisi Ungkap Modus Penyimpanan

Modus Penyimpanan yang Digunakan

Modus yang paling sering digunakan adalah penimbunan barang, memainkan harga barang, hingga melakukan hadangan distribusi barang. Ada juga beberapa pihak yang melakukan pengedaran barang tanpa izin edar serta barang-barang yang tidak memenuhi standar.

Di tengah krisi yang melanda banyak pihak-pihak yang sengaja memanfaatkannya demi mencari untung tanpa memperdulikan keselamatan banyak orang. Beberapa kasus bahkan menunjukkan bahwa ada pihak yang sengaja menjual handsanitizer palsu yang terbuat dari cairan tertentu dan dicampur air namun dilabeli seperti barang asli.

Ada juga kasus yang memperlihatkan penjualan masker dengan harga tidak wajar namun dengan kualitas buruk. Masker tipis yang sebenarnya tidak memiliki manfaat dijual dengan harga mahal. Situasi ekonomi yang mulai menurun adalah penyebab mengapa banyak orang melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum.

Polisi Ungkap Modus Penyimpanan
Polisi Ungkap Modus Penyimpanan

Hukuman Bagi Pelanggar dari Modus Penyimpanan Distribusi Alkes

Karena masalah ini akan menjadi masalah yang serius, Polri memberikan ultimatum bagi siapa saja yang melakukan tindakan-tindakan tersebut akan dikenakan hukuman berat. Paling tidak saat ini sudah ada dua pasal yang dijadikan sebagai alat untuk menjerat para pelaku penimbunan alat-alat alkes.

UU No. 7 Tahun 2014 pasal 29 dan 107 Tentang Perdagangan dengan ancaman kurungan penjara 5 tahun serta denda maksimal Rp. 50 miliar digunakan untuk menjerat pelaku. Selain itu Polri juga akan menjerat dengan UU No. 36 Tahun 2009 pasal 98 dan 106  Tentang Kesehatan.

Namun Polri akan memberikan tindakan preventif terlebih dahulu dengan melakukan himbauan-himbauan kepada masyarakat. Polri baru akan melakukan penangkapan jika masyarakat tetap melakukan tindakan tersebut. Tindakan hukum adalah langkah terakhir yang diambil oleh jajaran kepolisian. Kepolisian sendiri sudah melakukan pengawasan bersama distributor alkes resmi.

Polisi Ungkap Modus Penyimpanan
Polisi Ungkap Modus Penyimpanan

Dampak yang Dirasa oleh Masyarakat

Modus penyimpanan distribusi alkes yang dilakukan oleh sebagian pihak nyatanya membawa dampak besar bagi banyak masyarakat. Situasi dimana kebutuhan akan alat-alat kesehatan yang meningkat namun ketersediaan barang sangat minim. Tidak jarang masyarakat harus mengeluarkan ongkos yang lebih besar demi mendapatkan barang tersebut.

Bagi tenaga medis, alkes sangat dibutuhkan dalam menangani pandemi. Ketersediaan alkes berarti meminimalsasi tingkat risiko kematian, apalagi situasi saat ini dimana tenaga medis melakukan perjuangan selama 24 jam. Bahkan tidak jarang para tenaga medis harus merelakan waktunya dengan keluarga demi misi kemanusiaan tersebut.

Polri mengharapkan bahwa masyarakat tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan banyak orang. Polri juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi seluruh peraturan yang ada demi mempercepat penanganan pandemi. Selain itu masyarakat juga diminta untuk mengawasi modus penyimpanan distribusi alkes oleh pihak-pihak tertentu.