PSBB Belum Optimal, Jokowi Minta Warga Berdamai dengan Corona

PSBB Belum Optimal, Jokowi Minta Warga Berdamai dengan Corona

PSBB Belum Optimal, Jokowi Minta Warga Berdamai dengan Corona. Sejak diputuskan, ditengarai PSBB belum optimal meski angka penyebaran sedikit menurun dibandingkan awal maret silam. PSBB atau pembatasan sosial berskala besar memang menjadi pilihan pemerintah Indonesia di tengah negara lain justru memberlakukan lockdown sebagai solusi utama.

Corona memang menjadi isu populer yang hingga kini dihadapi oleh semua negara di dunia. Di tengah polemik yang mempertanyakan keefektifan PSBB, beberapa waktu lalu Jokowi justru mengutarakan statemen yang cukup kontroversial. Jokowi mengatakan bahwa hingga ditemukannya vaksin, warga diminta untuk ‘berdamai’ dengan Covid-19.

Sehingga wargapun harus turut aktif untuk membantu pemerintah memerangi virus corona. Jokowi pun menambahkan bahwa warga Indonesia seharusnya bersyukur lantaran bukan lockdown yang menjadi pilihan utama dalam memerangi corona melainkan PSBB. Banyak pertimbangan yang dilakuakan kenapa lockdown tidak diterapkan di Indonesia ini.

Warga pun masih tetap bisa beraktivitas meski harus mematuhi beberapa protokol kesehatan yang berlaku. Selain itu, warga pun tetap diminta untuk melakukan physical distancing hingga virus benar-benar hilang. Pemilihan kebijakan PSBB bukanlah tanpa alasan melainkan mempertimbangkan beberapa faktor salah satunya ekonomi.

Meski PSBB belum optimal, roda ekonomi dinilai harus tetap berjalan walaupun ada pembatasan. Tidak semua kota terdampak corona di Indonesia bisa menerapkan PSBB secara keseluruhan namun, terlebih dahulu harus mendapat izin dari kementerian kesehatan.

PSBB Belum Optimal
PSBB Belum Optimal

Kefektifan PSBB Masih Menjadi Tanda Tanya Besar

Hingga awal Mei ini, PSBB kefektifannya masih menjadi pertanyaan besar. Pasalnya angka persebaran virus corona masih tetap tinggi. Bahkan beberapa pakar kesehatan turut buka suara perihal kefektifan PSBB. Pandu Riono menjadi salah satu pakar kesehatan FKM UI yang menilai bahwa memang PSBB belum mampu menekan persebaran virus corona.

Ia pun menambahkan bahwa belum optimalnya PSBB bukan dari aspek kesehatan namun, dari intervensi yang dipilih pemerintah. Hal inilah yang memicu presiden Jokowi geram lantaran PSBB belum memberikan dampak positif. Sehingga Jokowi sering melakukan beberapa evaluasi agar PSBB penerapannya menjadi lebih efektif.

Pandu sapaan akrabnya pun juga menilai jika PSBB belum optimal disebabkan oleh belum berlakunya secara efektif kebijakan tersebut di Indonesia. Pun juga ditambah dengan kapasitas testing PCR yang ada diklaim belum maksimal sehingga angka korban terjangkit bisa ditekan. Padahal harusnya testing PCR tersebut bisa mencapai 10 ribu perharinya.

Belum lagi faktor SDM atau sumber daya manusia hingga pasokan logistik pun haruslah benar-benar terpenuhi. Beberapa faktor tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi utama yang harus dicari solusinya dalam waktu dekat. Sehingga target bulan Mei angka positif corona benar-benar bisa turun.

PSBB Belum Optimal
PSBB Belum Optimal

Pemerintah Targetkan Mei Kurva Kasus Corona Menurun Drastis

Presiden Jokowi dan beberapa jajarannya sadar bahwa PSBB belum optimal sehingga evaluasi pun terus dilakukan. Bahkan Jokowi pun menargetkan Mei ini kasus virus corona harus menurun drastis bagaimanapun caranya. Target ini dipilih seiring dengan merebaknya virus corona dimana hingga kini belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Jokowi pun meminta semua elemen harus ikut aktif mendukung kebijakan ini agar target tersebut bisa tercapai. Masyarakatpun juga harus benar-benar disiplin dan mematuhi beberapa protokol kesehatan yang diterapkan. Pasalnya hingga awal Mei ini banyak masyarakat yang masih saja berkerumun dan tak mengindahkan beberapa instruksi.

Lantaran faktor tersebut tak heran jika kemudian muncul wacana diberlakukannya sanksi tegas dari pemerintah. Diketahui jika ada yang melanggar maka akan dijatuhi sanksi berupa kurungan selama satu tahun atau denda paling banyak Rp100 juta. Dengan demikian, kedepannya tidak ada lagi yang mempertanyakan seputar PSBB belum optimal.

PSBB Belum Optimal
PSBB Belum Optimal